Samsung Hope is not only a HOPE
Jakarta, 12 Maret 2009 – “Akhirnya hari ini datang juga. Apa yang akan terjadi hari ini?” bisik kami, para relawan Dilts Foundation dalam hati di sepanjang perjalanan menuju Kandank Jurank Doank di daerah Ciputat. Di satu sisi kami bersemangat karena untuk pertama kalinya kami dan anak-anak Dilts Foundation berkesempatan main ke Kandak Jurank Doank yang terkenal itu. Di sisi lain, kami harap-harap cemas karena hari ini adalah pengumuman dan penyerahan dana bantuan Samsung Hope.
Puuiffhh…akhirnya. Setelah tiga bulan berjalan, kami berdoa dan berusaha keras mengajak masyarakat untuk ikut peduli akan masa depan anak-anak, tibalah waktunya untuk ini semua disudahi. Dalam kurun waktu tersebut, kami berusaha sebaik mungkin mengikuti semua rangkaian kegiatan Samsung Hope. Hari inilah puncaknya.
Begitu asing namun ada rasa ingin memiliki rumah seperti ini, itulah kami dan anak-anak rasakan. The Famous Kandank Jurank Doank. Begitu luas bahkan kami dan anak-anak dapat berlari sejauh mungkin tanpa batas dan tanpa takut terbentur ujung ruangan. Udara terbuka, segar, jauh dari keramaian. Akhirnya kami dapat merasakan bermain di sini. Disambut oleh seorang Dik Doank yang terkenal itu pula. Rasanya hari ini akan menjadi hari yang sangat baik untuk kami. Baru tiba, kami dijamu dengan makan siang dalam boks. Nikmatnya lebih karena kebersamaan dengan teman-teman baru dari Kandank Jurank Doank.
Konsep yang menarik dan membuat ketiga yayasan terpilih Samsung Hope semakin akrab. Ketiga yayasan ini berbagi ilmu satu sama lain. Tim dari Neno Educare memberikan parenting kepada ibu-ibu di sekitar Kandank Jurank Doank, Dik Doank berbagi keahlian menggambarnya kepada 30 anak-anak Dilts Foundation, sedangkan relawan Dilts berbagi ilmu kerajinannya kepada anak-anak dari Kandank Jurank Doank. Seperti yang biasa kami lakukan, yaitu membuat tempat pensil dari kaleng susu dan stik warna-warni, disamping melukis tas kain. Menyenangkan dan seru. Mengenal dan berinteraksi dengan anak-anak yang tidak kami kenal sebelumnya dengan karakter yang berbeda dari anak-anak Dilts Foundation.
Tak terasa tiba waktunya acara seremonial inaugurasi Samsung Hope. Kami dipersilakan masuk ke suatu ruangan yang membuat kulit tubuh kami terkaget karena dinginnya ruangan itu. Begitu memasuki ruangan, kata ”wow” yang terungkap. Auditorium full AC dengan stage yang full band elektronik dengan tata lampu dan sound system yang bukan hanya mainan. ”Oh, disini kami akan tampil”, bisik anak kami.
Setelah dibuka oleh MC, Dilts Foundation diberi kehormatan untuk tampil pertama. Mini teater bertajuk ”Mari Membaca” serta music performance dengan peralatan alakadarnya mampu menghipnotis audience yang hadir, yang terdiri dari perwakilan Samsung, para undangan, media, relawan, dan anak-anak. Tidak hanya sampai disitu, anak-anak Dilts Foundation menyentuh hati semua yang hadir dengan pembacaan puisi Harga Diriku andalan kami. Sangat menyentuh hingga membuat sebagian dari penonton menangis. Dilanjutkan dengan penampilan dari anak-anak Kandank Jurank Doank yang sempurna dengan full band.
Ada saat dimana kami sangat terharu. Saat dimana Bunda kami, Ibu Wahyu Dilts menyampaikan rasa terima kasih. Beliau sangat berbahagia dan terharu hingga meneteskan air mata, membuat semua yang ada dalam ruangan pun hanyut dalam perasaan yang sangat dalam.
Tibalah saat yang kami semua tunggu-tunggu. Pengumuman perolehan suara kepedulian. Syukur alhamdulillah, dari total suara yang masuk untuk Samsung Hope Indonesia, Dilts Foundation memperoleh lebih dari 16.000 suara kepedulian dan menjadikan dana bantuan untuk kami sebesar USD 30.000. Ah, betapa kami tidak menyangka bahwa kami diperhatikan dan didukung sebesar ini oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Teman-teman lama kami pun tidak akan pernah berhenti mendukung dan mendoakan kami yang terbaik. Inilah yang membuat kami terus bertahan melakukan tugas kami.
Sama sekali bukanlah menjadi masalah kami tidak mendapat yang terbesar. Kandank Jurank Doank pantas mendapatkan USD 48.000 dan Neno Educare memperoleh USD 12.000. Kami sudah sangat bersyukur dengan yang kami dapatkan. Bahkan sampai saat ini, masih terasa seperti mimpi. Jika memang benar ini hanya mimpi, jangan bangunkan kami karena mimpi ini terlalu indah untuk disudahi.
Sudah merasa seperti keluarga besar, di akhir acara Dilts Foundation memberikan kenang-kenangan berupa kaos lukis ”Give The Kids A Chance” kepada Samsung, sebuah gambar indah karya Andre kepada Dik Doank, dan sebuah tas lukis kepada Neno Warisman. Tampak kebahagian di wajah Dik Doank dan Neno Warisman mendapat tanda cinta dari kami. Kami pun mendapat sebuah souvenir dari Kandank Jurank Doank.
Acara pun ditutup dengan photo session di halaman depan Kandank Jurank Doank. Setelah beberapa kali take, waktunya bagi kami untuk menyudahi dan berpamitan pulang. Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya Samsung Hope 2008.
Samsung Hope gives us a HOPE and make it real.
