Menyambut Tahun Baru 2010, Remaja Jemaat Gereja Rasul Barnabas Pamulang Berbagi Kasih dan Damai di Rumah Singgah Dilts Foundation


Jakarta, 2 Januari 2010 – Hari pertama beraktifitas dengan anak-anak Dilts Foundation di tahun 2010 sedikit berbeda dengan hari-hari biasa. Hari ini kami kedatangan tamu istimewa teman-teman dari Gereja Rasul Barnabas Pamulang. Lebih dari 50 teman baru kami dapatkan diawal tahun ini. Pertanda bagus untuk mengawali tahun ini bukan?

Shalom…Aloha. Sapaan baru yang diajarkan kepada kami. Tidak ingin ada ruang yang membatasi dengan anak-anak, mereka duduk dan berbaur menjadi satu di ruangan kami yang sempit itu. Diawali sapaan dari kak Brian, koordinator acara dan juga Romo Fransiscus sebagai penanggung jawab, dilanjutkan dengan perkenalan. Peraturannya begini, jika mereka memperkenalkan diri dan nyatanya salah satu dari kami bernama sama, maka si anak yang bernama sama akan mendapatkan hadiah. Yuhuuuu…. tapi, setiap kali mereka menyebutkan nama, terdengar asing di telinga kami. Brian, Cency, Monica, Uthes, Frans, dan nama-nama keren sejenisnya. Tapi tunggu dulu, ternyata dari sekian nama yang tak ada kesamaan, ada satu nama yang berhasil menemukan pasangannya, yaitu Dian. Hohoho…Dian akhirnya dapat bingkisan hadiah.

Berhubung hari ini semua tentang bersenang-senang, kami semua akan bermain di luar kelas. Di halaman samping, kami bermain ”kembang kuncup” dan ”octopus”. Jangan asal main karena yang kalah dapat hukuman. Setelah lelah bermain, kami semua kembali berkumpul di dalam ruangan sambil menyantap snack yang sudah disediakan. Eits, sebelum melahap habis kue-kue yang ada, kami harus bisa menangkap pesan moral apa yang ada di 2 permainan yang baru saja kami selesaikan. Yup, Octopus mengajarkan kami kebersamaan, saling percaya, jujur, pantang menyerah, saling mendukung dan strategi.

Selagi mengisi perut, kami dihibur oleh penampilan akustik ”Rumah Kita”. Tak mau kalah, artis DF Abu dan Roni pun ikut unjuk gigi dengan bermain gitar mengiringi semua teman-teman bernyanyi lagu Kepompong. Di akhir acara, kami bertukar ”Surat Sahabat”. Ella mewakili kami semua menulis surat yang isinya harapan-harapan di tahun 2010. Surat dari kami akan dibacakan di depan jemaat Gereja Barnabas malam ini juga pada saat ibadat dilakukan dan berharap dapat menjadi kenyataan. Kami pun mendapat 3 ”Surat Sahabat” dari kakak-kakak. Salah satunya dibacakan oleh Ella. Isinya secara keseluruhan adalah betapa senang dan bersyukur kita semua bisa berkumpul sebagai satu keluarga dan harapan ke depannya agar semua yang doa dapat terwujud.

Sebelum sayonara, ada nasihat yang diberikan oleh Kak Wisnu dan Romo Fransiscus tentang betapa pentingnya bermimpi dan memiliki mimpi yang sangat tinggi, sama pentingnya dengan usaha untuk menjadikan semua mimpi itu jadi kenyataan.

Tak lengkap pertemuan perdana ini tanpa foto bersama. Kami berfoto di halaman rumah layaknya sebuah keluarga yang sangat besar. Mudah-mudahan ini bukan pertemuan pertama dan terakhir. Kami tunggu kunjungannya lain waktu! Oh ya, terima kasih atas bingkisan peralatan sekolah untuk kami, pasti bermanfaat sangat bagi kami.

Leave comments

(required)

(will not be published) (required)